Buku Bertato

Author: Afif /




Mereka bilang
Kalau kita mengatakan suatu kata
Kita ucapkan berulang-ulang
Kata itu akan kehilangan maknanya
Maka aku tidak tidur
Di rentang malam yang tak terhitung lagi
Asik menyebut nama dia
Berulang-ulang sampai langit tidurku bosan
Berharap
Dia tak berarti lagi di hidup

Esoknya mereka bilang
Tak ada artinya
Sebab aku dilempar ke dalam ruangan bertumpu jutaan jentik pasang mata
Mencari dia ditengah hempit rumunan
Hanya untuk menemukan dia yang mencari tengkuk hidung lain

Lusa, mereka bilang
Percuma
Dan dicekoki aku buku kumal
Di bokong buku itu ada tato
bertulis tipis:
"The love that last the longest is the love that is never returned"
Dekade detik selanjutnya
Yang ku tahu
Aku koyak buku sial itu
Puaslah

Medan, 20 Maret 2015
Afif Nabawi

Prosa Nada

Author: Afif /




Di depan puluh mata
Berdiri
Sendiri, dengan topi terhangat
Menghidup tombol besi
Pengeras suara ara perkasa

Di jemariku
6 senar berdendang bahagia
Seperti ingin malam pertama
Pada tambatan lagu yang dirindukan

Karyaku, adalah anak-anakku
Aku banggakan mereka ke selusung negeri kota
Tunggu dulu
Anak-anakku bukan anak biasa
Mereka tahu isi jiwa ini
Meraung bertantang gugup raup

Dan terjadi
Hal yang sejadi aku
Ini dunia cintaku. Benar cintanya.
Telapak tangan berhajar telapak tangan
Mereka beratus kali, beribu kali
Setiap tabrakannya memuntahkan amanah dalam
Ku balas dengan sepintas lantunan

Kemudian
Di masa bibir bajaku tersenyum
Aku berprosa dalam nada
Nikmat menembus ulam dada

Medan 19 Maret 2015
Afif Nabawi

Kalung Waktu

Author: Afif /




Menengadah
Halus tamparan tuhan
Bila dihinggap
Rasa hidup hanya sedetik saja
Cinta hanya sejentik mata saja
Bahagia abadi bukan di sini, bukan sekarang

Linglung pada kalung waktu
Rintis begini hanya menggoda sesal
Masa muda, masa tua, tak ada bedanya
Keselamatan jadi rebutan
Sudah mati terjerembab
Hati merindu jawaban

Ini langkah yang tak salah
Sedikit lelah bukan masalah
Tapi apa yang didapat
Dari pagar penusuk kebaikan

Racuni, agar hidup kembali

Mu

Author: Afif /



Hidup begitu singkat
Lalu lupakan tuhanmu
Bahagia begitu mengikat
Lalu lupakan tuhanmu
Kasih begitu bertingkat
Lalu lupakan tuhanmu
Sehat begitu mencuat
Lalu lupakan tuhanmu
Harta begitu berkiat
Lalu lupakan tuhanmu
Kuasa begitu kuat
Lalu lupakan tuhanmu

Tabrak
Sakit
Sekarat
Mati

Lalu tuhan mengingatmu
Disaat mu lupa tuhan
Lalu tuhan mencobamu
Disaat mu mengingat

Medan, 5 Maret 2015
Afif Nabawi

Dipagar Takut

Author: Afif /



Lucu tak selamanya lucu
Kalau mau melucu
Kadang egois menjulang mirip tulang ekor
Bahkan tak sadar tak pedar
Segalanya terlalu rumit, tapi baginya mungkin menyenangkan
Selalu kata perkata dipagar takut
Untuk apa lagi?

Niat dibalik tulang belulang adalah niat yang baik
Begitulah adanya keras berkarat prasangka
Sendi yang begitu berlangkah akan habis darahnya
Ubun amarah bisa remis redam
Dalam pikiran sudah ditembak mati

Bahagia adalah hal yang mudah
Kalau mau membawa cerita silahkan
Yang pasti takkan didengar
Dari kutub bertemu kutub
Cari saja manusia sempurna!
Biar bisa runtuh tembok rapuh itu
Selanjutnya tulislah novel kehidupan lagi
Yang tiap lembarnya basah sembab air mata

Medan, 4 Maret 2015
Afif Nabawi

Puisi Favorit Pembaca

Diberdayakan oleh Blogger.