Mu

Author: Afif /



Hidup begitu singkat
Lalu lupakan tuhanmu
Bahagia begitu mengikat
Lalu lupakan tuhanmu
Kasih begitu bertingkat
Lalu lupakan tuhanmu
Sehat begitu mencuat
Lalu lupakan tuhanmu
Harta begitu berkiat
Lalu lupakan tuhanmu
Kuasa begitu kuat
Lalu lupakan tuhanmu

Tabrak
Sakit
Sekarat
Mati

Lalu tuhan mengingatmu
Disaat mu lupa tuhan
Lalu tuhan mencobamu
Disaat mu mengingat

Medan, 5 Maret 2015
Afif Nabawi

Dipagar Takut

Author: Afif /



Lucu tak selamanya lucu
Kalau mau melucu
Kadang egois menjulang mirip tulang ekor
Bahkan tak sadar tak pedar
Segalanya terlalu rumit, tapi baginya mungkin menyenangkan
Selalu kata perkata dipagar takut
Untuk apa lagi?

Niat dibalik tulang belulang adalah niat yang baik
Begitulah adanya keras berkarat prasangka
Sendi yang begitu berlangkah akan habis darahnya
Ubun amarah bisa remis redam
Dalam pikiran sudah ditembak mati

Bahagia adalah hal yang mudah
Kalau mau membawa cerita silahkan
Yang pasti takkan didengar
Dari kutub bertemu kutub
Cari saja manusia sempurna!
Biar bisa runtuh tembok rapuh itu
Selanjutnya tulislah novel kehidupan lagi
Yang tiap lembarnya basah sembab air mata

Medan, 4 Maret 2015
Afif Nabawi

Keranjang Gadis Desa

Author: Afif /



Dipelupuk harapan yang tolol
Aku dijebak pikir berbotol

Dulu aku mengejar tulang belulang berbaju emas
Tersangkut mimpi terhimpit harap
Raga terisak mengadah kau jadi tumpuan
Lagi aku lalap terlelap
Padahal tiada bersedekap padamu
Kau mungkin hanya bayang bisik hantu
Selalu ada, selalu disekitar, namun jengah bergapai

Tidak di atas, bawah, kiri, kanan, depan belakang
Di tengahku selamanya ada gadis desa ini
Di tangannya mengayun keranjang berisi memori
Di kepalanya menyandar tumpukan harapan positif
Di tangannya melembut semayam teka-teki
Di hatinya berpendar teguh ketulusan sejati

Jatuh dari jari tuhan
Domino pendamping lebam hidup
Aku seperti biasaku, jadi serigala hitam di kelam malam
Di depanku hantu hidup yang tak sadar itu aku aumkan
Di belakangku si gadis desa yang memanggil kuping kuningku
Lingkaran keran ini selayaknya mengalir
Aku menyala merinding suara
Aku dibenanginya hantu
Aku dikejarnya gadis desa

Haruskah aku memilihnya?
Atau
Haruskah aku memilihnya?

Medan, 3 Maret 2015
Afif Nabawi

Profesor Akhirat

Author: Afif /



Waktu TK aku belajar
Waktu SD aku belajar
Waktu SMP aku belajar
Waktu SMA aku belajar
Waktu kuliah aku belajar
Waktu kerja aku belajar
Waktu nikah aku belajar
Waktu beranak aku belajar
Waktu tua aku belajar
Waktu akhirat aku profesor

Medan, 2 Maret 2015
Afif Nabawi

Puisi Pasi

Author: Afif /


Untukmu

Ya, dirimu!
Ya, bagi dirimu!
Dan kau tahu ini untuk dirimu!

Kau baca ini baik
Kau camkan ini pejam legam
Karena aku akan tuliskan ini sekali
Dan takkan ku baca pedih kembali

Bila aku mati, dalam milidetik setelah aku bertulis puisi pasi ini
Maka hanya ini yang ku ingin kau tahu
Jika hanya dalam mimpi,
Hanya dalam mimpi
Aku bisa bertemu matamu kembali,
Dan nyatakan nyali semu sejati

Maka izinkan aku tidur selamanya

Medan, 2 Maret 2015
Afif Nabawi

Pengemis Melankolis

Author: Afif /



Lalu renung air mata adalah hal wajar

Bila hisap hidup tegar kembali
Bila bunyi redup menyamar
Aku bertimpuk di gelap sudut dimensimu
Yang ada, yang disana, yang hanya terlelap tanpa tersekap pikirku
Karena ujung dunia memang tak adil

Berkokok ikhlas, tulus, sejati, itu hanya mengigit baja
Semakin ku buktikan, semakin ku kesakitan
Yang ada malah kecanduan bingung

Nikmatku bukan nikmatmu
Nikmatmu bukan nikmatku
Apa yang akan kita nikmati bersama?

Lalu akan aku ke dokter
aku didiagnosa perjaka melankolis
Tak peduli kau tertawa pedis
Ketika kutub bumi di telapakku
Lalu siapa yang akan mengemismu?

Medan, 1 Maret 2015
Afif Nabawi

Puisi Favorit Pembaca

Diberdayakan oleh Blogger.