Trilyunan Tanya

Author: Afif /



Trilyunan manusia di muka bumi yang penuh bisul

Di setiap kerikilnya
Bersimpuh beratus gadis berkerudung
 
Di kudung atap berkelap
Berjoget wanita bercelana tipis

Di kurung kamar gelap
Meraung pria menanti teman
 
Di pinggir jalan berhias debu
berminum lelaki cairan hina

Di kepit jarang tiap manusia itu
Berkerumun tanya
Antar gigi bergerutu
Berangsang merdu bunyi sepi
Siapa emasmu?
Siapa dia yang terakhir?
Adakah dia?
Kapan dia?
Haruskah?
Tidak terjawab
Maka semua kembali ke habitat mujarab
Masing-masing melamun limun
Kesendirian adalah pilihan

Medan, 11 April 2015
 Afif Nabawi

Robot

Author: Afif /



Kita bukan robot
Jangan kau paksa yang kau anggap robot jadi robot
Kau pun bukan robot
Kalau kau pikir robot tak punya hati, lalu kau punya apa?

Aku bukan robot
Jangan kau paksa aku suka padahal aku tidak
Kau pun punya hati
Kalau kau pikir aku tak punya hati, lalu aku punya apa?

Medan, 10 April 2015
Afif Nabawi

Tentang Gadis Desa

Author: Afif /



Ternyata ada manusia, berhati matahari
Terjongkok
lelah untuk menemukan lelahnya
Kenapa kau tidak berhenti saja, gadis desa?

Apa yang kau doakan dariku?
Apa yang kau makan?
Begitu kuat
Begitu taat
Begitu tabah
Begitu gegabah

Didepanmu, kututupi diriku
Agar tak teringat
Karena seonggok ingatan bisa menggoresmu
Lukanya, semayam di gaib rindu

Terimakasih untukmu gadis desa
Sejumlah bintang yang ditabur tuhan
Tapi sadarku belum siap
Rajaku belum bangun
Kantongku belum tebal
Jawaku belum prabowo

Ikhlaslah aku, bila inginmu berbelok
Bolehlah kau tawarkan keranjangmu ke yang lain
Jangan tunggu aku bermekar merak
Dan sepantas aku memilih 

Medan, 10 April 2015
Afif Nabawi

Perjaka Tua

Author: Afif /



Adik-adik yang menghitung soal matematikanya
Disaat istirahat dia tertawa cinta
Dia banting pensil pendeknya
Lalu dia lenting ke teman wanitanya

Kemudian adik itu
Jadi remaja
Berwajah rupawan, berdagu kambing
Disaat bertugas dia bertegun cinta
Dia lempar tas kuliahnya
Lalu dia tepar mencari pinggul padan

Remaja itu jadi bapak-bapak
Perutnya mancung makmur
Disaat bekerja dia membayar cinta
Dia cabut kabel komputernya
Lalu dia gabut cari cincin nikahnya

Dan dia tua
Renta lunta senja
Disaat sekarat dia mencari cinta
Dia derap nyawanya sendiri
 
Lalu dia harap temukan gadis di surga berdiri

Medan, 9 April 2015
Afif Nabawi

Innalillahi, Tertulus

Author: Afif /



Aku akan balas dendam
Pada fakta sepahit kopi yang kuminum tanpa air
Aku tolak bicara banci
Aku bertindak, seperti lelaki
Yang aku janji, tepati, amati
Berdoa pasi, berujung bukti

Kepitlah seluruh kehidupan tanpa celamu
Aku malu jadi bagian itu
Karena aku bersandar pada naluri
Aku akan jadi lebih sempurna, bergulat kesempurnaanmu

Jangan lantas tempel kata takabur
Rasa termanis sudah layu terkubur
Bermuara kembali ke tanah cinta gembur
Mencari jalan ke cahaya, banyak cahaya, bahagia berpantang kabur

Jadi
Duduk
Tulislah apa yang mau kau coreng
Corenglah apa yang mau kau rasa
Dan tunggulah
Penantian terbesar
Dari aku yang kecil tersasar

Oh, dan satu lagi

Kau kehilangan pecinta tertulusmu

Medan, 8 April 2015
Afif Nabawi

Puisi Favorit Pembaca

Diberdayakan oleh Blogger.